Laman

Thursday, June 28, 2012

IDK 2 ASKAR SIKLUS TIDUR DAN IRAMA SIRKADIAN


SIKLUS TIDUR DAN IRAMA SIRKADIAN
OLEH :
M. ASKAR, S.KEP, NS.,M.KES
PENGERTIAN
SUATU KEADAAN YANG BERULANG ULANG, PERUBAHAN STATUS KESADARAN YANG TERJADI SELAMA PERIODE TERTENTU
PROSES FISIOLOGIS YANG BERSIKLUS YANG BERGANTIAN DENGAN PERIODE TERJAGA YANG LEBIH LAMA
IRAMA SIRKADIAN
LATIN; CIRCA, ‘TENTANG’ DAN DIES, ‘HARI’ SIKLUS 24 JAM, SIANG-MALAM, DIKENAL JUGA DENGAN IRAMA DIURNAL, BAGIAN DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
SIKLUS TIDUR
TAHAP 1 : NREM
TAHAP 2 : NREM
TAHAP 3 : NREM
TAHAP 4 : NREM
TIDUR REM
TAHAP 1 NREM
Tahap ini meliputi tingkat paling dangkal dari tidur
Tahap berakhir beberapa menit
Pengurangan aktivitas fisiologis dimulai dengan penurunan secara bertahap tanda-tanda vital dan metabolisme
Seseorang dengan mudah terbangun oleh stimulus sensori seperti suara
Ketika terbangun, seseorang merasa seperti telah melamun
TAHAP 2 NREM
Periode tidur bersuara
Kemajuan relaksasi
Untuk terbangun masih relatif mudah
Tahap berakhir 10 hingga 20 menit
Kelanjutan fungsi tubuh menjadi lamban
TAHAP 3 NREM
Tahap awal dari tidur yang dalam
Orang yang tidur sulit dibangunkan dan jarang bergerak
Otot-otot dalam keadaan santai penuh
Tanda-tanda vital menurun tetapi tetap teratur
Tahap berakhir 15 hingga 30 menit
TAHAP 4 NREM
Tahap tidur terdalam
Sangat sulit untuk membangunkan orang yang tidur
Jika terjadi kurang tidur maka orang yang tidur akan menghabiskan porsi malam yang seimbang pada tahap ini
Tanda-tanda vital menurun secara bermakna dibanding selama jam terjaga
Tahap berakhir kurang lebih 15 hingga 30 menit
Tidur sambil berjalan dan enuresis dapat terjadi
TIDUR REM
Mimpi yang penuh warna dan tampak hidup dapat terjadi pada REM. Mimpi yang kurang hidup dapat terjadi pada tahap yang lain
Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah mulai tidur
Hal ini dicirikan dengan respons otonom dan pergerakan mata yang cepat, fluktuasi jantung dan kecepatan respirasi dan peningkatan atau fluktuasi tekanan darah
TIDUR REM
Terjadi penurunan tonus otot skelet
Peningkatan sekresi lambung
Sangat sulit sekali membangunkan orang yang tidur
Durasi dari tidur REM meningkat pada tiap siklus dan rata-rata 20 menit
TAHAP-TAHAP SIKLUS TIDUR ORANG DEWASA
MIMPI
Terjadi pada NREM dan REM
Mimpi pada REM : Nyata, rumit, penting untuk konsolidasi memori jangka panjang, berkembang dalam isi, kejadian terbaru, emosi masa kanak-kanak, atau masa lampau
Kepribadian mempengaruhi kualitas mimpi
MIMPI
Mimpi kebanyakan tentang masalah terbaru
Ketakutan sering ditampilkan dalam mimpi buruk
Mimpi menghapus fantasi tertentu atau memori yang non esensial
Orang yang mengingat mimpi secara jelas biasanya terjaga segera setelah periode tidur REM.
KEBUTUHAN TIDUR
Neonatus – 3 bulan         : 16 jam sehari
Bayi 1 bulan – 1 tahun : 14 jam sehari
Todler : 12 jam sehari
Prasekolah : 12 jam semalam, jarang tidur siang
Usia sekolah : 6 tahun (11-12 jam), 11 tahun (9-10 jam).
Remaja : 7 ½ jam
Dewasa muda : 6 – 8 ½ jam
Dewasa tengah : Menurun dari dewasa muda
Lansia : Tetap, kualitas yang berubah
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR
Penyakit fisik
Obat-obatan dan substansi
Gaya hidup
Kebiasaan tidur
Stres emosional
Lingkungan
Latihan fisik dan kelelahan
Asupan makanan dan kalori
Gangguan tidur
Insomnia
Apnea tidur
Narkolepsi dan Katalepsi
Deprivasi tidur
Parasomnia (Somnabulisme, enuresis nokturnal, bruksisme)
Gejala deprivasi tidur
Fisiologis
Ptosis, penglihatan kabur
Kekakuan motorik halus
Penurunan refleks
Waktu respons melambat
Rasionalisasi dan penilaian menurun
Kewaspadaan pendengaran dan penglihatan menurun
Aritmia jantung
Gejala deprivasi tidur
Psikologis
Bingung (konfusi) dan disorientasi
Peningkatan sensitivitas terhadap nyeri
Iritabel, menarik diri, apatis
Rasa kantuk berlebihan
Agitasi
Hiperaktif
Penurunan motivasi
Pengkajian tidur
Perawat mengkaji pola tidur
Faktor yang biasa mempengaruhi tidur
Tidur à Subjektif, jika klien merasa puas dengan kuantitas dan kualitas tidur yang dialami à normal (Closs, 1988)
Kualitas tidur dapat dikaji dengan skala analog visual (Closs, 1988)
Karakteristik masalah tidur dan kebiasaan tidur klien yang biasa
Pengkajian tidur
Sumber pengkajian terbaik : klien, pasangan tidur, pada anak dari orang tua
Riwayat tidur mencakup :
Deskripsi masalah tidur klien
Pola tidur biasa
Perubahan pola tidur terakhir
Rutinitas menjelang tidur dan lingkungan tidur
Pengkajian tidur
Riwayat tidur mencakup (lanjutan) :
Penggunaan obat tidur dan obat lainnya
Pola asupan diet dan jumlah zat yang mempengaruhi tidur
Gejala yang dialami selama terbangun
Penyakit fisik yang terjadi secara bersamaan
Peristiwa dalam kehidupan yang terjadi saat ini
Status emosional dan mental saat ini
Diagnosa keperawatan
Gangguan pola tidur (sulit tertidur) yang berhubungan dengan kebisingan lingkungan, nyeri artritis, dll
Gangguan pola tidur (sering terbangun) yang berhubungan dengan kekhawatiran kehilangan pekerjaan, ketergantungan terhadap obat-obat barbiturat, dll
Diagnosa keperawatan
Risiko cedera yang berhubungan dengan serangan berjalan dalam tidur
Koping keluarga tidak efektif; ketidakmampuan yang berhubungan dengan pemahaman pasangan tentang narkolepsi
Gangguan harga diri yang berhubungan dengan terjadinya mengompol
Diagnosa keperawatan
Gangguan pertukaran gas selama tidur yang berhubungan dengan perubahan suplai oksigen
Pola napas tidak efektif yang berhubungan dengan obstruksi trakeobronkial
Contoh Rencana Askep untuk Gangguan Pola Tidur
Diagnosa keperawatan : Gangguan pola tidur (sulit tertidur) yang berhubungan dengan khawatir akan kehilangan pekerjaan
Defenisi : Gangguan pola tidur adalah gangguan waktu tidur yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau mempengaruhi hasrat gaya hidup (Kim, McFarland, McLane, 1995)
Contoh Rencana Askep untuk Gangguan Pola Tidur
Tujuan : Klien melaporkan bahwa pola tidur yang biasa telah terbentuk kembali dalam 1 bulan
Hasil yang diharapkan :
Klien tertidur dalam 30 menit setelah naik ke tempat tidur
Klien menggunakan terapi relaksasi setiap malam sebelum tidur
Klien melaporkan perasaan segar di saat terbangun di pagi hari
Contoh Rencana Askep untuk Gangguan Pola Tidur
Intervensi 1 : Anjurkan agar kafein dan alkohol dihilangkan dari diet klien di malam hari (Kafein dan alkohol mengganggu siklus tidur)
Intervensi 2 : Minta klien mengikuti ritual tidur naik ke tempat tidur pada jam yang sama setiap malam meminum segelas susu (Susu mengandung L-triptofan, asam amino alami yang merangsang tidur (Ross et al, 1986)
Contoh Rencana Askep untuk Gangguan Pola Tidur
Intervensi 3 : Tentukan waktu sebelum klien pergi tidur untuk latihan relaksasi yag tenang, mandi, atau latihan relaksasi progresif (Efek dari relaksasi memerlukan penelitian lebih lanjut, klien insomnia dapat mengalami peningkatan tonus simpatik, dan relaksasi dapat menguranginya (Berman et al, 1990)
Contoh Rencana Askep untuk Gangguan Pola Tidur
Intervensi 4 : Kendalikan sumber-sumber kebisingan di lingkungan dan pastikan bahwa kamar tidur sudah digelapkan dan memiliki ventilasi yang baik (Suara yang keras dapat mengganggu dan mempengaruhi istirahat).
Kontrol suara di rumah sakit
Tutup pintu kamar klien jika mungkin
Jaga agar pintu area kerja di unit tersebut ditutup ketika sedang digunakan
Kurangi volume telepon yang terdekat dan peralatan yang berbunyi
Gunakan sepatu beralas karet, hindari pemakaian sepatu beralas kayu
Kontrol suara di rumah sakit
Matikan oksigen di samping tempat tidur dan peralatan lain yang tidak digunakan
Matikan alarm dan bunyi pada alat monitor di samping tempat tidur
Matikan TV dan radio dalam kamar kecuali jika klien menyukai musik yang lembut
Hindari bunyi keras yang tiba-tiba seperti menyiram toilet atau menggeser tempat tidur
Kontrol suara di rumah sakit
Lakukan percakapan yang diperlukan dengan suara rendah, terutama di malam hari
Lakukan percakapan dan pelaporan di ruangan khusus yang jauh dari kamar klien
Farmakologi Agens Antiinsomnia
Alprazolam, Nama dagang Xanax, awitan kerja 15 – 60 menit, dosis oral 0,25 – 0,5 mg (3 kali sehari), indikasi : ansietas
Diazepam, Nama dagang Valium, awitan kerja 15 – 45 menit, dosis oral 5 – 10 mg menjelang tidur, indikasi gangguan tidur
Dll..
selesai
See u next time

No comments:

Post a Comment